Asosiasi Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) memainkan peran sentral dalam menjaga stabilitas regional di tengah berbagai ketegangan geopolitik, mulai dari perselisihan di Laut Cina Selatan hingga dampak konflik Eropa. Sebagai blok regional, ASEAN berupaya mempromosikan dialog, diplomasi, dan kerja sama ekonomi di antara negara-negara anggotanya.
ASEAN telah menjadi forum utama bagi negara-negara anggotanya untuk membahas isu-isu sensitif, seperti klaim tumpang tindih wilayah maritim, tanpa eskalasi konflik terbuka. Komitmen terhadap “ASEAN Way” yang mengedepankan konsensus dan non-intervensi seringkali menjadi alat utama dalam mengelola perbedaan.
Dalam konteks ekonomi, ASEAN terus mendorong integrasi regional melalui perjanjian perdagangan bebas seperti RCEP, yang bertujuan untuk memperkuat rantai pasokan dan meningkatkan daya saing ekonomi di pasar global. Hal ini juga membantu mengurangi dampak fluktuasi mata uang Asia.
Meskipun ASEAN menghadapi tantangan, terutama dalam mencapai konsensus pada isu-isu krusial dan menanggapi krisis regional dengan cepat, perannya sebagai jangkar stabilitas di Asia Tenggara tetap tidak tergantikan.
ASEAN berperan sentral menjaga stabilitas regional di tengah ketegangan geopolitik, mempromosikan dialog dan kerja sama ekonomi. Forum ini membahas isu sensitif seperti Laut Cina Selatan dan mendorong integrasi ekonomi melalui RCEP.

