Sektor Financial Technology (FinTech) di Asia didominasi oleh tren pembayaran seamless (tanpa gesekan) dan cross-border (lintas batas) yang semakin terintegrasi. Inovasi ini didorong oleh tingginya penetrasi ponsel pintar dan kebutuhan untuk memfasilitasi perdagangan regional serta remitansi antarnegara Asia yang besar.
Platform pembayaran seluler, seperti mobile wallet dan QR Code yang terstandarisasi, memungkinkan transaksi instan di berbagai negara Asia, mengurangi ketergantungan pada kartu kredit tradisional dan perbankan konvensional. Integrasi sistem pembayaran ini mempercepat inklusi keuangan.
Bank sentral regional memainkan peran sentral dalam memfasilitasi tren ini melalui inisiatif “Quick Response Code” (QR Code) lintas batas, memungkinkan warga negara menggunakan dompet digital mereka di negara tetangga. Langkah ini bertujuan meningkatkan konektivitas dan efisiensi pembayaran di seluruh ASEAN.
Namun, tantangan regulasi tetap ada. Harmonisasi standar keamanan siber dan perlindungan data konsumen antar negara-negara Asia yang berbeda sistem hukumnya menjadi prasyarat untuk pertumbuhan pembayaran lintas batas yang lebih luas.
FinTech Asia didominasi oleh tren pembayaran seamless dan cross-border yang didorong oleh mobile wallet dan standarisasi QR Code yang difasilitasi oleh bank sentral, meskipun harmonisasi standar keamanan siber masih menjadi tantangan utama.

