Peran Blockchain dalam Verifikasi Rantai Pasokan Asia.

Peran Blockchain dalam Verifikasi Rantai Pasokan Asia.

Rantai pasokan di Asia, yang merupakan pusat manufaktur global, seringkali menghadapi masalah kompleksitas, kurangnya transparansi, dan risiko pemalsuan barang. Teknologi Blockchain muncul sebagai solusi disruptif yang menjanjikan peningkatan integritas dan efisiensi dalam seluruh proses logistik, mulai dari bahan baku hingga produk akhir di tangan konsumen.

Implementasi blockchain memungkinkan penciptaan ledger terdistribusi yang tidak dapat diubah (immutable), di mana setiap transaksi dan pergerakan produk dicatat secara kronologis. Hal ini memberikan visibilitas penuh (end-to-end transparency) kepada semua pihak yang terlibat, termasuk produsen, logistik, regulator, dan konsumen.

Dalam konteks verifikasi, blockchain sangat efektif untuk melacak asal-usul produk (provenance), terutama untuk komoditas bernilai tinggi seperti produk pertanian organik, makanan laut, atau barang mewah. Konsumen dapat memindai kode QR dan memverifikasi keaslian serta riwayat perjalanan produk, dari peternakan atau pabrik hingga toko.

Namun, adopsi blockchain dalam rantai pasokan Asia masih menghadapi tantangan interoperabilitas antarnegara dan integrasi dengan sistem legacy (lama) yang sudah ada. Kolaborasi antara pemerintah dan perusahaan teknologi diperlukan untuk membuat standar platform yang seragam dan mudah diadopsi oleh pelaku usaha di kawasan ini.